Jumat, 09 Desember 2016

ciri-ciri lovebird laki-laki serta perempuan

ciri-ciri lovebird laki-laki serta awewe – burung yang sering-kali dikenal atas julukan labet oleh beberapa populasi jawa ini, benar lagi mendiami masa-masa dimana beliau lagi terkenal. di tanah air, angsa berparuh belengkok ini enggak cuma melimpah dipelihara menjadi burung memanjang aja, tapi pula sudah populer dijadikan menjadi pengicau festival gantangan harapan oleh para celoteh kegandrungan. akan tetapi, beberapa lovebird yang acapkali diikutsertakan dalam kejuaraan serta yang pula selalu mencapai pemenang, mayoritas ialah burung yang ada kategori genus lovebird awewe ketimbang lovebird laki-kaki.

antagonisme ciri-ciri lovebird laki-kaki serta awewe
lovebird laki-kaki (rangga-dodot-jr – kaskus)
salah satu data dari penjelasan yang mebeberkan bila lovebird awewe berat lebih kerap menggapai titel pemenang dari aktualisasi kancah kejuaraan gantangan ialah pendapatan yang sudah diraut oleh lovebird legendaris berjulukan kusomo. oleh karna itu, buat rekan-rekan yang berazam buat melantan burung yang ada suara eksklusif ngekek ini, tidak tahu itu cuma sekedar dipelihara buat dinikmati suaranya aja, alias terlebih esoknya dijadikan menjadi kandidat harapan fungsi diikutsertakan ke dalam kejuaraan, sehingga enggak terdapat salahnya bila menentukan yang berjenis genus awewe dari lovebird laki-kaki.

akan tetapi buat yang belum ingat metode buat memilah kategori genus dari burung yang terbilang pada keluarga psittaculidae ini serta berazam buat membelinya, sehingga enggak terdapat salahnya bila mempelajarinya lebih-lebih dulu. sesungguhnya terdapat beberapa kategori burung lovebird yang bisa dibedakan antara laki-kaki serta betina-nya cuma atas mengamati bentuk fisiknya aja, salah satunya ialah lovebird yang digolongkan pada faksi dimorfik serupa lovebird bagian depan merah (agapornis pullaria), kepala abu-abu/madagaskar (agapornis cana), serta kapak hitam/abisinia (agapornis taranta). buat lebih lengkapnya, hal antagonisme keistimewaan lovebird laki-kaki serta awewe dari sebagian kategori itu, begitu juga selanjutnya:

ciri-ciri lovebird laki-kaki (madagaskar)

bulu tunggir beragam hijau bayan
pada komponen bawah tunggir beragam kekuningan
bulu kepala, gala, sampai dada beragam abu-abu
di komponen bawah kapak bulunya beragam hitam
bulu akhir beragam hijau
catok beragam abu-abu belia
sayat mata cokelat berumur
kulit kaki keabu-abuan.
ciri-ciri lovebird awewe (madagaskar)

bulu yang terdapat pada komponen kepala warnanya hijau
di komponen gala ada bulu yang beragam hijau
bulu yang ada di komponen dada beragam hijau
bulu yang terdapat di komponen bawah kapak beragam hijau.
ciri-ciri lovebird laki-kaki (bagian depan merah)

pada komponen jidat serta bagian depan warnanya merah serta oranye
di sekeliling tunggir ada bulu yang beragam biru bayan
bulu kapak beragam hitam
corak merah pada komponen catok, agak-agak teraduk atas oranye
kaki beragam keabu-abuan
sayat mata beragam cokelat.
ciri-ciri lovebird awewe (bagian depan merah)

jidat beragam hijau
bagian depan beragam hijau
corak oranye pada komponen catok berat lebih bergelintin ketimbang merah
bulu sayapnya beragam hijau.
ciri-ciri lovebird laki-kaki (kapak hitam/abisinia)

bingkai mata, jidat serta lorus beragam merah
bulu pada kapak serta komponen bawahnya beragam hitam
akhir berkuasa atas bulu beragam hijau
corak catok merah berumur
coklat gelap di komponen sayat mata
kulit kaki beragam keabu-abuan.
ciri-ciri lovebird awewe (kapak hitam/abisinia)

bulu yang ada di komponen bawah kapak biasanya beragam kehijauan, serta kebanyakan pula dapat doyong ke corak hitam kecokelatan
bingkai mara beragam hijau.
antagonisme ciri-ciri lovebird laki-kaki serta awewe (kacamata)

mengenai sebagian kategori yang digolongkan pada faksi kacamata ini, antara lain lovebird pipi hitam (agapornis nigrigenis), nyasa (agapornis lilianae), fischer (agapornis ficheri), serta kedok (agapornis personata). keempat kategori itu, metode buat membedakan kategori kelaminnya benar lagi terhitung kira-kira susah serta diperlukan jam melambung yang tinggi akan berbagai macam bagai kategori lovebird berikut seluk beluknya. disamping itu, terkadang keistimewaan dari pejantan serta betina-nya sering-kali berkarakter enggak konstan (kebanyakan keistimewaan pada burung berjenis genus a pula terdapat pada yang berpasangan b, alias agi pula). buat lebih lengkapnya lagi hal antagonisme keistimewaan lovebird kacamata laki-kaki serta awewe begitu juga selanjutnya:

keistimewaan lovebird laki-kaki (kacamata)

biasanya ada suara ngekek yang berdurasi cederung cepak
bila dipegang, kebanyakan badan kerasa minim bermuatan serta langsing
jarak antara kedua kaki kelihatan lebih muktamar ketika ketika bercokol
bila diraba, supit urang/tulang pubis kerasa lebih keras serta letaknya nyaris menjulang mendekati tunggir
akhir berupa graf ”v”
skala badan berat lebih minim dibandingkan betinanya
catok berdimensi lebih minim
skala kepala lebih minim, bundar, serta permukaannya menjalar.
keistimewaan lovebird awewe (kacamata)

ada suara ngekek yang durasinya relatif lebih jauh
badan kerasa bundar bermuatan alias berat bila dipegang
jarak antara kedua kaki kelihatan lebih antara alias meluas kala bercokol
tulang pubis/supit urang jaraknya lebih muktamar, skala lebih bidang jebab belantara, serta menjulang ke arah tulang dada komponen bawah
wujud akhir menyamai graf ”u”
skala badan relatih lebih besar ketimbang burung laki-kaki
catok berdimensi lebih besar
kepala berdimensi relatif lebih besar serta menjendul ke berdasarkan.
tidak cuma itu, gajak pula dapat dijadikan menjadi dorong ukur indeks keistimewaan lovebird awewe serta laki-kaki kategori kacamata. bila burung bersikap lebih akas serta agresif, kebanyakan berpasangan laki-kaki. sebaliknya buat lovebird awewe, perilakunya berat hening alias terlebih seakan kelihatan lebih malas-malasan. tidak cuma itu aja, kala memijak era birahi kedua kategori genus dari burung ini, dengan cara biasa perilakunya sedemikian itu berlainan. bila lagi birahi, burung selalu menggetarkan alias membuka tutup sayapnya sehingga dapat dikatakan bila beliau ialah yang berpasangan awewe. buat pejantan, ketika birahi kebanyakan kerap meloloh serupa mau jelanak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar